Sabtu, 13 Oktober 2012

05. DEFINISI MANAJEMEN ADMINISTRASI

Definisi Manajemen
Manajemen dapat didefinisikan dari dua sudut pandang, yaitu sebagai proses penyelenggaraan berbagai kegiatan dalam rangka penerapan tujuan dan sebagai kenzampuan atau keterampilan orang yang menduduki jabatan manjerial untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa manajemen merupakan inti dari administrasi karena memang manajemen merupakan alat pelaksana utama administrasi. Dalam hubungan ini perlu diperhatikan bahwa manajemen dalam arti kelompok pimpinan tidak melaksanakan sendiri kegiatan-kegiatan yang bersifat operasional, melainkan mengatur tindakan-tindakan pelaksanaan oleh sekelompok orang yang disebut bawahan. Dengan perkataan lain, dapat dikatakan bahwa administrasi dan manajemen tidak dapat dipisah-pisahkan. Hanya kegiatan-kegiatannya yang dapat dibedakan. Apabila dilihat dari segi fungsional, administrasi mempunyai dua tugas utama, yakni menentukan tujuan menyeluruh yang hendak dicapai (organizational goal); (2) menentukan kebijaksanaan umum yang mengikat seluruh organisasi (general and over all policies). Sebaliknya, manajemen pada hakikatnya berfungsi untuk melakukan semua kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas-batas kebijaksanaan umum yang telah ditentukan pada tingkat administrasi. Jelas hal ini tidak berarti bahwa manajemen tidak boleh menentukan tujuan, akan tetapi tujuan yang ditentukan pada tingkat manajemen hanya boleh bersifat departemental atau sektoral. Sekaligus hal ini di bidang penentuan kebijaksanaan tidak pula berarti bahwa pada tingkat manajemen tidak ada proses penentuan policy. Hanya saja kebijaksanaan yang ditentukan pada tingkat manajemen hanya boleh bersifat khusus dan/atau pelaksanaan (operasional). Hal-hal yang dikatakan di muka kiranya jelas menunjukkan bahwa manajemen merupakan aspek administrasi dan oleh karena itulah administrasi lebih luas daripada manajemen. Hal ini perlu ditegaskan mengingat bahwa baik di kalangan teoretis maupun praktisi masih sering terdapat ditalisme pengertian administrasi. Di satu pihak terdapat pengertian administrasi dalam artiluas seperti telah didermisikan pada permulaan bab ini.
Di lain pihak masih terlalu sering administrasi itu diartikan secara sempit, yaitu administrasi dalam pengertian ketatausahaan yang sesungguhnya hanya merupakan bagian kecil dari kegiatan-kegiatan operasional administrasi dalam arti luas. 4. Kepemimpinan (Leadership) Sering dikatakan bahwa kepemimpinan merupakan inti manajemen. demikianlah halnya karena kepemi mpinan merupakan "motor” atau daya penggerak semua sumber-sumber dan alat-alat (resources) yang tersedia bagi suatu organisasi-Resources itu digolongkan kepada dua golongan besar, yaitu (1) sumber daya manusia, dan (2) sumber daya lainnya. Karenanya dapat dikatakan bahwa sukses atau tidaknya suatu organisasi men-capai tujuan yang telah ditentukan sangat tergantung atas kemampuan para anggota pimpinannya untuk menggerakkan sumber-sumber dan alat-alat tersebut sehingga penggunaannya berlangsung dengan efisien, ekonomis, dan efektif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar