Minggu, 14 Oktober 2012

34. Perencanaan Strategis untuk Koperasi

Perusahaan-perusahaan korporasi atau perusahaan yang mempunyai beberapa divisi perlu menetapkan perencanaan strategis yang handal, agar perusahaan tersebut dapat survive dari berbagai kondisi perekonomian yang ada. Adapun kegiatan perencanaan ini terdiri dari 4 kegiatan,yakni:
  • Menetapkan misi perusahaan, adalah merupakan suatu penetapan rencana tentang tujuan dan sasaran dari perusahaan itu. Misi ini dibuat dan direvisi secara berkala disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan pasar sehingga akan memicu para manager dan bawahannya untuk tetap memfokuskan pada misi tersebut.
  • Menetapkan unit usaha strategis (Strategic Business Unit – SBU), semakin berkembang dan membesarnya perusahaan maka membentuk unit usaha yang startegis mutlak diperlukan. Hal ini menjaga dan membantu core business yang utama tetap berjalan. Dan setiap SBU memiliki 3 karakteristik, yaitu: (a) merupakan kelompok usaha terkait yang terpisah dari bagian usaha; (b) memiliki kolompok persaing tersendiri; (c) memiliki manager yang bertanggung jawab dalam perencanaan strategis dan kinerja laba serta pengendaliannya.
  • Mengalokasikan sumber daya untuk tiap SBU, yang dimaksud sumber daya adalah sumber dana, SDM, dan perangkat yang berkaitan dengan SBU tersebut, sehingga SBU tersebut dapat survive dan memberikan kontribusi bagi korporasi usaha.
  • Merencanakan usaha baru, dimana terdapat tiga pilihan diantaranya adalah pertama, dengan mengidentifikasi peluang yang tumbuh dalam bisnis perusahaan saat ini (peluang pertumbuhan intensif), kedua, dengan mengidentifikasi peluang untuk membangun atau memperoleh bisnis yang berkaitan dengan bisnis perusahaan saat ini (peluang pertumbuhan integratif), ketiga, dengan mengidentifikasi peluang untuk menambah bisnis menarik yang tidak ada kaitannya dengan bisnis perusahaan saat ini (peluang pertumbuhan diversifikasi).   
  • Manajemen adalah proses mengarahkan pada perkembangan, perbaikan, dan alokasi sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi. Manajer adalah orang-orang yang bertanggung jawab bagi perkembangan dan dalam melaksanakan proses manajemen. Ketakutan utama fungsi manajer adalah merencanakan, mengorganisasi, memimpin, dan mengontrol. Dengan menggunakan empat fungsi tersebut, manajer akan bekerja untuk meningkatkan efisiensi dan keefektifan pegawai mereka, proses, proyek, dan organisasi secara keseluruhan.
  •   Perencanaan adalah menentukan apa yang butuh untuk dilakukan, mengidentifikasi kapan dan bagaimana rencana dijalankan, dan menentukan siapa yang harus melakukannya. Manajer menggunakan empat macam tipe perencanaan: strategis, taktikal, operasional, dan perencanaan berkelanjutan. Perencanaan strategis terkait penciptaan perencanaan jangka panjang (1-5 tahun), tujuan ke luar, dan menentukan kebutuhan-kebutuhan sumber daya untuk mencapai tujuan. Perencanaan taktikal adalah memiliki jangka waktu yang lebih pendek (kurang dari setahun) dan tujuannya lebih objektif yang mendukung tujuan strategis yang lebih strategis. Perencanaan operasional menciptakan standar spesifik, metode, kebijakan, dan prosedur yang digunakan dalam area fungsional yang spesifik organisasi. Perencanaan berkelanjutan mengidentifikasi tindakan alternatif dari situasi yang tidak biasa atau krisis.

    Lalu apakah fungsi utama manajer dalam sebuah organisasi? Organisasi terkait mengkoordinasi dan mengalokasi sebuah sumber daya firma untuk melaksanakan perencanaan. Di dalamnya meliputi pengembangan sturktur bagi orang-orang, posisi, departemen, dan aktivitas firma. Fungsi ini terpenuhi dengan memisahkan/ menentukan tugas divisi pekerja, mengelompokkan kerja, dan pegawai.
    Manajer memiliki beberapa tipe kepemimpinan dalam sebuah organisasi yang mana sikapnya berisi nilai, dan standar perilaku yang mana bisa dibedakan dari satu organisasi dengan organisasi lainnya. dalam peran sebagai informal, manajer juga berperan sebagai pengumpul informasi, distributor informasi, atau juru bicara perusahaan. Sebuah peran interpersonal manajer adalah berdasar pada beragam interaksi dengan orang-orang. Pada beberapa situasi, manajer bahkan dibutuhkan untuk berperan sebagai sosok pemimpin dalam sebuah perusahaan.

    Keahlian dalam manajerial dapat dipisahkan dalam tiga kategori dasar: teknikal, hubungan antarmanusia, dan keahlian konseptual. Area pengetahuan yang terspesialisasi, terkuasai, dan kemampuan untuk mengetahui bagaimana suatu berjalan adalah keahlian teknikal. Keahlian hubungan antarmanusia di dalamnya termasuk keahlian untuk memahami tingkah laku manusia, berkomunikasi secara efektif, dan memotivasi orang lain agar berhasil mencapai tujuan tertentu. Keahlian konseptual adalah kemampuan untuk melihat organisasi secara keseluruhan, memahami bagaimana setiap bagian dalam perusahaan saling bergantung satu sama lainnya, dan mengerti bagaimana organisasi berhubungan dengan lingkungan eksteralnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar