Jumat, 24 Mei 2013

Perjalanan Panjang Chelsea Musim Ini

Manakah yang menjadi pertandingan terbaik dan terburuk The Blues sepanjang musim ini?
Memulai kompetisi musim 2012/2013, Chelsea sudah ditunggu begitu banyak turnamen baik kompetisi domestik maupun Eropa. Status mereka sebagai juara bertahan Liga Champions musim lalu, menambah padat jadwal mereka musim ini. Tak kurang, ada tujuh kompetisi yang harus dilakoni The Blues. Mulai dari laga pembuka musim Community Shield, Premier League, Capital One Cup, Piala FA, Piala Super Eropa, Piala Dunia Antarklub, hingga Liga Champions.

Berharap untuk setidaknya dapat meraih tiga trofi dari tujuh kompetisi tersebut, Chelsea justru harus kehilangan satu per satu gelar. Bahkan, tiga partai final yang mereka lakoni hanya berujung dengan kekecewaan.
Mari kita tengok perjalanan Chelsea sepanjang musim ini dimulai dari laga Community Shield yang mempertemukan mereka dengan juara Liga Inggris musim lalu, Manchester City. Inilah laga pertama yang berakhir dengan kepahitan bagi The Blues. Pasalnya, mereka harus menelan kekalahan 2-3 pada pertandingan yang berlangsung di Villa Park. The Citizens pun keluar sebagai juara.
Perjalanan mereka berlanjut ke kompetisi Premier League. Pada laga pembuka tanggal 19 Agustus 2012, The Pensioners  melakoni laga tandang ke markas Wigan Athletic. Hasilnya? Mereka sukses meraih kemenangan dua gol tanpa balas dan mendapatkan tiga poin pertama mereka musim ini. Setelahnya, langkah mereka tersendat-sendat dan ujungnya, tak mampu untuk mengejar duo Manchester dalam perburuan gelar Liga Inggris.
Jangankan untuk ikut bersaing mendapatkan trofi, untuk memastikan tiket Liga Champions musim depan pun mereka harus menguras keringat lebih. Namun, posisi empat besar dapat diamankan setelah pada pertandingan terakhir kontra Aston Villa, The Blues meraih kemenangan 2-1 berkat dua gol Frank Lampard yang sekaligus menobatkannya sebagai top skorer sepanjang masa klub. Gelandang Inggris mencetak 203 gol untuk mematahkan capaian 202 gol yang diukir Bobby Tambling.
Disela-sela kompetisi Premier League, Chelsea harus bermain di ajang Piala Super Eropa melawan wakil Spanyol, Atletico Madrid. Secercah harapan untuk dapat menggenggam trofi pertama musim ini yang sudah ada di depan mata seketika sirna. Yang terjadi? Mereka kembali harus menelan pil pahit untuk kali kedua setelah menerima kekalahan 1-4 dari Atletico yang akhirnya keluar sebagai pemenang dalam kompetisi ini.
Chelsea memulai pertandingan pertamanya di Liga Champions musim ini di bawah arahan Roberto Di Matteo. Masuk ke dalam Grup E, mereka bergabung dengan Juventus, Nordsjaelland, dan Skhakhtar Donetsk. Di laga pembuka, The Blues langsung berhadapan dengan Juventus di Stamford Bridge, namun mereka harus puas bermain imbang 2-2. Meski menang kontra Nordsjaelland, kekalahan 1-2 dari Shakhtar membuat perjuangan The Blues kian berat.
Pada akhirnya, Chelsea harus benar-benar tersingkir dari Liga Champions setelah dikalahkan Juventus dengan skor 3-0 dan membuat mereka hanya finis di posisi tiga Grup E. Hasil ini membuat Chelsea mengukir sejarah. Ya sejarah. Menjadi juara bertahan pertama yang tak lolos fase grup. Mungkin, penampilan kontra Bianconeri di Juventus Arena merupakan laga terburuk Chelsea selama musim ini.
The Blues sekali lagi melangkahkan kaki mereka ke kompetisi dunia. Kali ini ajang Piala Dunia Antarklub menjadi tantangan baru. Pada laga semifinal, Chelsea berhasil mengalahkan tuan rumah Monterrey dengan skor 3-1. Sayang, awan kelam kembali menaungi mereka di laga final. Chelsea, harus (sekali lagi) menelan kekalahan di partai puncak kontra Corinthians. Gol tunggal dari Paolo Guerrero membawa klub asal Brazil menjadi menjuarai turnamen ini.
Langkah Chelsea kembali menemui jalan buntu di ajang Capital One Cup. Setelah berhasil menghajar Leeds United dengan skor telak 5-1 di babak perempat final, The Blues harus kembali mengubur asa mereka untuk dapat menggenggam trofi setelah disingkirkan Swansea City di babak semifinal. Pada akhirnya, The Swans yang berhak mengangkat trofi Capital One Cup.
Pun Begitu dengan perjalanan Chelsea di ajang Piala FA yang berjalan tak begitu mulus. Sempat beberapa kali menjalani partai replay termasuk melawan Manchester United di babak perempat final, langkah John Terry dkk kembali terhenti di babak semifinal setelah dikalahkan oleh Manchester City dengan skor 1-2 di Wembley Stadium.
Laga melawan MU di babak delapan besar menjadi salah satu pertandingan terbaik The Blues. Bagaimana tidak? Bermain di Old Trafford, mereka mampu menahan imbang tuan rumah dengan skor 2-2 setelah lebih dulu tertinggal 2-0 untuk memaksakan pertandingan ulangan di Stamford Bridge. Dan pada akhirnya, mereka berhak melaju ke babak semifinal setelah memenangi laga dengan skor 1-0.
Setelah terdepak dari ajang Liga Champions, Chelsea harus ‘turun kasta’ bermain di kompetisi Europa League. Dan mereka kembali menapakkan kaki di partai puncak untuk keempat kalinya musim ini. The Blues akan menghadapi wakil Portugal, Benfica, untuk sekali lagi menciptakan sejarah. Ya, jika berhasil menjuarai Europa League, Chelsea akan menjadi tim pertama yang mampu memenangi dua gelar Eropa berbeda dalam dua musim berturut-turut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar